Standart Ukuran Gerobak Usaha

Pada umumnya pengusaha di bidang makanan atau minuman yang mengembangkan usaha dengan membuka cabang atau di franchisekan biasanya membutuhkan gerobak usaha untuk distribusi bisnis mereka. Kebanyakan mereka membuat desain yang seragam, hal ini untuk memperkuat branding mereka sehingga orang mudah ingat dengan produk mereka.

Untuk masalah branding biasanya mengacu pada desain yang unik, menarik, eyecatching. Namun kita juga harus mempertimbangkan segi fungsional dari booth atau gerobak usaha tersebut, jangan sampai desain yang menarik justru membuat tidak nyaman karena tidak bisa mengakomodir peralatan yang dibutuhkan.

Dari pengalaman membuat booth atau gerobak usaha, kebanyakan dari produk makanan dan minuman, hampir rata-rata membutuhkan ukuran yang tidak jauh beda, dari situ kami coba membuat standart acuan untuk pembuatan booth atau gerobak usaha. Untuk gerobak indoor, ukuran bisa lebih bervariasi, tergantung sewa space dan kebutuhan peralatan. Untuk booth makanan berkisar antara panjang 150cm s/d 200cm, lebar 60cm s/d 80cm, tinggi 200cm, sedangkan untuk booth minuman ukuran standart berkisar  100cm s/d 120cm, lebar 60cm, sedangkan untuk tinggi tidak terlalu spesifik karena kebanyakan bagian atas hanya berupa neonbox atau papan logo, cenderung terbuka tanpa atap.

Tips Mendesain Gerobak Usaha Anda

Gambar 1 : Booth Bubble Harga +/- Rp. 4.000.000

Gambar 1 : Booth Bubble Harga +/- Rp. 4.000.000

Belakangan ini, usaha waralaba yang banyak digemari adalah waralaba di bidang makanan dan minuman, klo ada yang bertanya kenapa, jawabannya karena makanan memang tidak ada putusnya, manusia selalu butuh makan dan minum.

Persaingan yang terjadi di usaha makanan dan minuman ini titik beratnya adalah masalah rasa, Seperti tag iklan yang mengatakan bahwa “rasa tidak pernah boong” adalah ungkapan yang sangat tepat. Baca lebih lanjut

15 Cara Menghadapi Peluang Bisnis

Peluang bisnis yang bagus biasanya di tandai dengan indikator ekonomi yang membaik. Tapi peluang yang besar juga memiliki kendala, terutama di tingkat persaingan yang begitu ketat, tidak hanya antar merek-merek lokal, tetapi juga degan merek luar negeri. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi persaingan bisnis: Baca lebih lanjut

Liputan KLIKHOMES – Majalah Kontan Edisi Juli 2009

COBA ANDA berkeliling di mall terdekat. Kira-kira ada berapa gerai bisnis waralaba yang bisa Anda temui? Bisa jadi Anda akan kesulitan menghitung dengan sepuluh jari tangan. Maklum, usaha dengan sistem waralaba memang tumbuh pesat di Indonesia, terutama oleh pengusaha lokal. Baca lebih lanjut

Retail Value

Dalam dunia ritel, titik masuk bagi penyampaian value kepada konsumen meliputi identitas yang ditentukan oleh kemampuan peritel untuk menyajikan keunggulan diferensial yang kompetitif. Dengan demikian, identitas tersebut harus didukung oleh estetika, baik secara visual maupun kondisi lingkungannya. Estetika yang tidak meninggalkan sentuhan emosional demi terciptanya pengalaman berbelanja yang mengesankan. Baca lebih lanjut